Senin, 07 Januari 2013

ANATOMI SISTEM PENCERNAAN


ANATOMI SISTEM PENCERNAAN

Physiologi Digesti



perbedaan sumber pakan untuk semua ternak didasarkan atas perbedaan saluran pencernaan.
jenis ternak / hewan yang jenis pakannya kompetetif dengan manusia mempunyai anatomi saluran pencernaan yang hampir sama dengan manusia, yaitu berperut tunggal / monogastric, disebut juga kelompok nonruminansia.
sedang jenis ternak yang diberi pakan berserat kasar tinggi adalah jenis ternak yang mempunyai perut komplek /polygastric disebut juga kelompok ruminansia.
didalam kelompok polygastric (ruminansia), hampir tidak ada perbedaan physic dari alat pencernaannya. Pada kelompok monogastric (nonruminansia), terdapat tiga perbedaan anatomi dan fungsi yaitu :
1.   Sistem pencernaan yang berperut tunggal (simple stomach) tanpa peranan fungsi coecum, yang diwakili : anjing, kera dan babi
2.      Simple stomach system dengan fungsi coecum optimal, yang diwakili kuda dan kelinci
3.    Avian system, saluran pencernaannya mempunyai kekhususan, yang diwakili ayam, kalkun, itik dan bangsa burung lainnya.
Dengan mengenal system saluran pencernaan / tractus digestivus kelompok ruminansia dan nonruminansia, kita akan dapat mengetahui perbedaan metabolisme yang terjadi pada zat-zat gizi yang dikonsumsi oleh ternak dari 2 kelompok tersebut, sehingga feeding yang tepat yang sesuai dengan proses alaminya dapat direncanakan.
 Hewan nonruminansia yang melakukan fermentasi pakan berserat oleh mikrobia dan dilakukan setelah pakan melewati lambung yaitu di cecum, disebut “herbivora postgastric digester” (kuda dan kelinci). Hewan ruminansia yang yang melakukan proses fermentasi pada lambung bagian depan disebut hewan “herbivora pregastric digester”. Ada jenis ternak non ruminansia tetapi melakukan suatu proses recycling, yaitu feces yang masih lembek dimakan kembali biasanya dilakukan pada malam hari (pada umur 3 – 4 minggu) dan dipakai sebagai sumber zat-zat gizi tertentu (protein : asam amino dan kelompok vitamin b).
jenis ternak tersebut adalah kelinci dan apa yang dilakukan disebut coprophagy.
oleh karena kelinci melakukan copropagy dan juga fermentasi pakan berserat, disebut pula hewan pseudoruminansia.
Anatomi Sistem Pencernaan

   1.  Mulut
        -          gigi
        -          lidah
        -          bibir, pipi, rahang dan langit-langit

   2.    tonsil

   3.    farinks

   4.    esofagus

5.    perut non ruminansia
6.    perut ruminansia
-          retikulum
-          rumen
-          omasum
-          abomasum
7.    usus halus / intestinum
8.    usus besar / kolon
-          kuda
-          babi
-          ruminansia
9.    organ pencernaan aksesori
-          glandula saliva
-          pancreas
-          hati
Sistem Pencernaan
(Systema Digestorium)

Sistem pencernaan terdiri atas suatu saluran muskulo membranosa yang terentang dari mulut sampai ke anus.
fungsinya :
-          memasukkan makanan
-          menggiling
-          mencerna
-          menyerap zat-zat makanan
-          mengeluarkan sisa pencernaan

Zat-zat makan sebagai unsur-unsur hara yg terdapat di dalam makanan akan diubah menjadi senyawa-2 yg lebih sederhana sehingga dapat diserap dan digunakan sebagai energi, membangun senyawa-2 lain utk  kepentingan metabolisme.


Anatomi Saluran Pencernaan
(Tractus Digestivus)

 
i. Ruminansia
ruminansia :
Berasal dari bahasa latin “ruminae” yang mempunyai arti   mengunyah berulang-ulang.
mekanisme ini disebut proses ruminansi. Keunikan dalam saluran pencernaan pada ternak ruminansia :
1.                  gambaran ttg lambung majemuk (polygastric) yg memenuhi tiga perempat bagian  rongga perut : rumen, retikulum, omasum, abomasum.
       reticulo-rumen mempunyai fungsi khusus dalam pencernaan makanan, karena didalamnya terdapat mikroba (yg berperan aktif dalam proses fermentasi makanan yg dikonsumsi).
2.                  terjadinya proses ruminasi yaitu :
-        suatu proses pencernaan pakan yang dimulai dari pakan dimasukkan ke rongga mulut lalu masuk ke rumen
-        regurgitasi :
     pemuntahan kembali pakan yang telah dicerna (bolus / ingesta feed)  ke dalam rongga mulut (cavum oris) dari retikulo – rumen.
     gerakan ini diatur oleh susunan syaraf.
     cardia terstimulir oleh bolus lalu  bolus dapat dikeluarkan dengan gerakan anti peristaltik.
-        remastikasi : pengunyahan bolus ber-ulang-2
-        reinsalivasi : pencampuran ulang ingesta dengan saliva
-        redeglutasi : setelah makanan cukup lama maka makanan ditelan kembali dan mengalami pencernaan lanjutan.
proses ruminasi berjalan kira-kira : 15 kali sehari
setiap ruminasi berlangsung dari 1 menit – 2 jam.
misal :      pada biri-biri banyaknya pengunyahan + 39.000/hari atau 80 – 100 pengunyahan per menit
selama masa ruminasi terjadi pula : eructasi
yaitu : gerakan pembebasan co2 dan gas methane hasil fermentasi yang digerakkan bagian atas rumen ke arah bawah dan depan sehingga ronga oesophagus melebar dan gas dapat keluar.
Kondisi demikian, memungkinkan ternak ruminansia mempunyai kelebihan dalam hal kemampuan memanfaatkan dan mencerna bagian-bagian tanaman dan limbah pertanian yang tidak dapat dicerna oleh ternak non ruminansia.

Saluran Pencernaan

       a.  saluran pencernaan bag. atas :
               - rongga mulut (cavum oris)
               - farinks
               - oesophagus (kerongkongan)
               - lambung
                 - proventriculus / forestomach
                - ventrikulus / stomach
        b. saluran pencernaan bag. bawah :
                - usus kecil / halus ( intestinum  tenue / small intestine)
                - usus besar (intestinum crassum / large intestine) : sekum, kolon, rektum dan anus.

a. saluran pencernaan atas
1.     rongga mulut (cavum oris)
        paling cranial, dilengkapi :
-          bibir (labia)
-          gigi-geligi (dentes)
-          lidah (lingua)
-          kelenjar air liur (glandula saliva)
        labia :
-          pada sapi dan babi agak kurang fleksibilitasnya, sehingga kurang berfungsi dalam proses pengambilan dan pemasukan pakan dalam mulut (prehension), bersifat stiff. peran pokok bibir hanyalah untuk menutup mulut.
-          pada domba, kambing, kuda bersifat lunak dan fleksibel dan berperan dalam pengambilan makanan
dentes :
-          sebagai alat pencernaan mrpkan bag. dr rangkaian tulang kepala yang terdpt dlm rongga mulut.
-          tertanam pada rahang atas (maxilla) dan rahang bawah (mandibula)
-          sebagai hewan herbivora, susunan gigi (sapi) :
- gigi seri (dens incicivus) pada mandibula
- gigi geraham (dens praemollare dan mollare) yang terdapat pada maxilla dan mandibula
- sapi tidak memiliki gigi seri pada rahang atas dan gigi taring (dens caninus) baik pada rahang atas maupun rahang bawah.
  diastema
merupakan bag dari rahang sapi yang tidak ditumbuhi  gigi (tempat yang biasanya ditumbuhi gigi taring pada carnivora dan omnivora).
-          gigi sapi bersifat diphyiodont, artinya : di sepanjang hidup hewan yang bersangkutan terdapat dua macam gigi, yaitu :
- gigi susu (dens decidua)
- gigi tetap (dens permanents)
-     dens decidua pada sapi berjumlah : 20 buah, terdiri dari :
- 6 buah praemollare di rahang atas
- 8 buah incicivi decidua dan 6 buah dens desidua di rahang bawah
- dens permanentes sapi dewasa berjumlah :
32 buah, terdiri atas :
- 6 buah dens praemollare dan 6 buah dens mollare di rahang atas
- 8 buah dens incicivi,  6 buah dens praemollare dan 6 buah dens mollare di rahang di rahang bawah.
secara umum rumus gigi susu dan gigi tetap pada sapi diformulasikan sbb.:


                                                            0           0          3
gigi susu   : 2 x   id    cd     pd   
                                                           4          0          3


                                                         0       0        3        3
gigi tetap  : 2 x   i    c     p    m 
                                                         4      0        3        3


keterangan :                              id         =       insicivus desidua
                                                   cd          =      caninus desidua
                                                   pd          =      praemollare desidua
                                                   i             =      insicivus
                                                   c            =      caninus
                                                   p            =      praemollare
                                                   m           =      mollare

rata-rata erupsi gigi dapat digunakan untuk memperkirakan umur sapi :

tabel : erupsi gigi dan perkiraan umur pada sapi
macam gigi
(umur)
erupsi gigi
macam gigi                erupsi gigi
                                     (umur)

desidua :

id 1 ………lahir sampai 2
                    minggu
id2 ……….        – “ –
id3 ……….        – “ –
id4 ……….        – “ –

permanentes :

i1 ………………….   1,5  -  2 tahun
i2 ………………….   2     -  2,5 tahun
i3 ………………….   3 tahun
i4 ………………….   3,5  -  4 tahun



                                        












     

























































 Diambil dari : Materi Kuliah Anatomi Semester 1 (APEKA)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar